Awal Munculnya Perayaan Maulid Nabi shallallahu ’alaihi wasallam

Oleh: admin  :  Di: Manhaj
09 Rabbi-ul Awwal 1431 H / 24 February 2010 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 654 kali

Awal Munculnya Perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah (XI/172) bahwa pemerintahan (daulah) Al-Fathimiyyah Al-’Ubaidiyyah yang dinisbahkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al-Qaddah Al-Yahudi- yang memegang pemerintahan negeri Mesir sejak tahun 357 sampai 567 H, mereka itulah yang memulai dan mengada-adakan acara perayaan-perayaan, di antaranya adalah perayaan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Al-Maqrizy juga menyebutkan yang demikian itu di dalam Kitab Al-Mawa’izh Wal I’tibar (I/490), dan Asy-Syaikh Muhammad Al-Muthi’i -mufti negara Mesir- dalam kitab Ahsanul Kalam Fima Yata’allaqu bis Sunnah wal Bid’ah wal Ahkam halaman 44-45. Hal ini juga disetujui oleh Asy-Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya yang bagus Al-Ibda’ Fi Madharril Ibtida’ halaman 251, dan selain mereka sangat banyak para ulama yang menyebutkan yang demikian.

Sehingga yang pertama kali mengadakan perayaan seperti ini adalah orang-orang zindiq Al-’Ubaidiyyun Ar-Rafidhah, keturunan ‘Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi, tidaklah mereka melakukan yang demikian itu karena kecintaan mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi mereka memiliki maksud lain yang tersembunyi di balik itu.

(Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dari kitab Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 43).

ada 4 pesan Ke “Awal Munculnya Perayaan Maulid Nabi shallallahu ’alaihi wasallam”

  1. rivay syarief Oleh:

    saya sepakat bahwa perayaan maulid atau yang sejenisnya itu adalah perbuatan bid’ah

  2. herman Oleh:

    sangat sangat setuju bgt….perayaan maulid adalah bid`ah

  3. kia aceh Oleh:

    ana mendukung sekali bahwa maulid itu bidah yang tidak bisa diremehkan. salam dari banda aceh.

  4. Abu Asad Oleh:

    dalam salah satu situs milik HTI disebutkan bahwa yang memulai adalah atas dasar pemikiran salahudin al ayyubi dengan tidak mencantumkan sumber. hanya untuk info saja.

    —admin—

    alhamdulillah, ahlussunnah selalu memegang prinsip ‘berkata dan beramal harus dibangun di atas ilmu’.

Tinggalkan Pesan