Pilihan: Mengenal Lebih Dekat Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i * Terjemah Wasiat Syaikh Rabi 1429 H * Hukum Perpegang Pada Hisab Falaki untuk Penentuan Waktu Ibadah * Obat Takabur dan Tips Meraih Tawadhu'
RSS Feed RSS Feed RSS Feed RSS Feed
 

Hukum Menyingkat Penulisan Shalawat Dengan ‘SAW’

14 Rabbi-ul Tsaani 1431 H / 29 March 2010 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 1,248 kali

Hukum Menyingkat Penulisan Shalawat Dengan ‘SAW’

Penulisan shalawat kepada Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) tidak selayaknya untuk disingkat dengan ‘SAW’ atau yang semisalnya. Termasuk dalam hukum ini juga adalah penulisan subhanahu wata’ala disingkat menjadi SWT, radhiyallahu ‘anhu menjadi RA, ‘alaihissalam menjadi AS, dan sebagainya. Berikut penjelasan Al-Imam Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah disertai dengan perkataan ulama salaf terkait dengan permasalahan ini. Selengkapnya…

Bolehkah Menyematkan Gelar ‘Syahid’?

03 Rabbi-ul Tsaani 1431 H / 18 March 2010 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 499 kali

Bolehkah Menyematkan Gelar ‘Syahid’?

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya:

Bolehkah menyematkan gelar ‘syahid’ untuk orang tertentu sehingga kemudian dia disebut ‘asy-syahid fulan’?

Maka beliau menjawab dengan mengatakan:

Tidak boleh bagi kita untuk menyatakan persaksian bagi orang tertentu bahwa dia adalah syahid, walaupun dia terbunuh dalam keadaan terzhalimi, atau terbunuh dalam keadaan membela al-haq, sesungguhnya tidak boleh bagi kita untuk mengatakan bahwa ‘si fulan syahid’. Selengkapnya…

Membongkar kuburan muslimin atau kuburan orang-orang kafir

16 Shofar 1431 H / 02 February 2010 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 647 kali

Bolehkah Membongkar Kuburan Muslimin atau Kuburan Orang-Orang Kafir?

Jawab:

Fatwa Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu

Dalam hal ini tentunya ada perbedaan antara kuburan orang-orang Islam dan kuburan orang-orang kafir. Membongkar kuburan muslimin adalah tidak diperbolehkan kecuali setelah lumat dan menjadi hancur. Hal itu dikarenakan membongkar kuburan tersebut menyebabkan koyak/pecahnya jasad mayit dan tulangnya, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

كَسْرُ عَظْمِ الَْـمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang mayit seperti mematahkannya ketika hidup.”[1] Selengkapnya…

Menghindari Kemungkaran di Penghujung Tahun

12 Muharram 1431 H / 29 December 2009 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 741 kali

بسم الله الرحمن الرحيم

Menghindari Kemungkaran di Penghujung Tahun

Ternyata tidak sedikit kaum muslimin yang masih belum mengerti bagaimana hukum mengucapkan selamat natal atau hari-hari raya orang kafir lainnya. Hal ini nampak dari banyaknya kaum muslimin yang masih saja memberikan ucapan selamat, bergembira, dan bahkan ikut merayakan hari raya yang jatuh pada setiap penghujung tahun masehi tersebut, tidak terkecuali tahun ini.

Selengkapnya…

Mengkhususkan Penyembelihan pada Waktu Tertentu

10 Muharram 1431 H / 27 December 2009 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 408 kali

Mengkhususkan Penyembelihan pada Waktu Tertentu

Sebagian kaum muslimin berkeyakinan bahwa menyembelih hewan kalau dilakukan pada waktu tertentu (termasuk pada 10 Muharram ini) akan bernilai lebih jika dibandingan kalau dilakukan di selain waktu tersebut, bagaimana keyakinan seperti ini? Selengkapnya…

Bertakbir dan Bertasbih Ketika Melewati Jalan Menanjak dan Menurun

04 Muharram 1431 H / 21 December 2009 / Print Print / Kirim Kirim / dibaca 739 kali

Hukum Bertasbih dan Bertakbir

Ketika Melewati Jalan Menurun dan Menanjak di Selain Safar

Di antara sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah bertakbir ketika melewati jalanan yang menanjak dan bertasbih ketika melewati jalanan yang menurun ketika sedang safar. Namun ketika sedang tidak dalam keadaan safar, apakah takbir dan tasbih ini juga disunnahkan?

Selengkapnya…