28 Jumadal Ula 1430 H / 22 May 2009 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 1,398 kali
MENDULANG FAIDAH
DARI KITAB
AL-QAULUL MUFID ‘ALA KITABIT TAUHID
(Tulisan ke-2)
1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menegaskan bahwa terjadinya perbuatan tasyabbuh itu tidak dipersyaratkan niat. Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Aqidah,
Tauhid, dibaca 1,398 kali,
1 Comment »,
20 Jumadal Ula 1430 H / 14 May 2009 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 1,473 kali
MENDULANG FAIDAH
DARI KITAB
AL-QAULUL MUFID ‘ALA KITABIT TAUHID
Siapa yang tidak mengenal Kitabut Tauhid karya Syaikhul Islam Al-Mujaddid Muhammad bin ‘Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi rahimahullah. Sangat tidak asing lagi bagi para salafiyyin terutama para thalabatul ‘ilmi. Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Aqidah,
Tauhid, dibaca 1,473 kali,
1 Comment »,
24 Syaban 1427 H / 18 September 2006 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 1,758 kali
Ditanamkannya sifat mahabbah (cinta) pada jiwa setiap manusia di muka bumi ini merupakan faktor penggerak jiwa dan raganya untuk condong kepada sesuatu yang dia cintai. Tidaklah aneh, bila dia akan mencintai apa yang ia suka, dan membenci apa yang ia tak suka, senantiasa berusaha mencocoki siapa yang dicintai, dengan mentaati apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang. Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Tauhid, dibaca 1,758 kali,
No Comments »,
24 Syaban 1427 H / 18 September 2006 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 1,435 kali
Di antara pokok aqidah Islamiyah tentang rububiyah Allah subhanahu wata’ala adalah penetapan bahwa hukum-hukum syariat dan aturan perikehidupan manusia di alam semesta ini merupakan hak kepemilikan Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sendiri menyetarakan kedudukan hak kepemilikan hukum ini dengan hak rububiyah-Nya yang lain, yaitu hak penciptaan. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Ingatlah hanya milik-Nya hak penciptaan dan hukum. Maha Suci Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raaf : 54) Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Tauhid, dibaca 1,435 kali,
1 Comment »,
23 Syaban 1427 H / 17 September 2006 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 2,062 kali
Merupakan sunnatullah setiap tujuan akan terwujud dengan ijin Allah setelah ditunaikannya sebab atau perantara yang biasa disebut wasilah. Baik wasilah yang memang Allah ciptakan secara tabiat dan fitrah yang dinamakan wasilah kauniyah, maupun wasilah yang Allah syariatkan di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah yang disebut wasilah syar’iyah. Hanya saja wasilah kauniyah sangat mungkin diwujudkan seorang mu’min ataupun kafir, seperti makan untuk kenyang, pakaian untuk menjaga diri dari rasa dingin atau panas dan seterusnya. Adapun wasilah syar’iyah hanyalah muncul dari seorang mukmin saja. Macam kedua inilah yang menjadi topik bahasan kita kali ini.
Allah sendiri telah menetapkan adanya wasilah bagi seorang mukmin untuk mendekatkan diri kepada-Nya:
يَأيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَقُوا اللهَ وَ ابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya”. (Al Maidah : 35) Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Tauhid, dibaca 2,062 kali,
No Comments »,
24 Syaban 1427 H / 18 September 2006 /
Print
/
Kirim
/ dibaca 968 kali
Adalah suatu perkara yang wajar, bila setiap orang merasa takut dan khawatir akan ditimpa suatu kejelekan, musibah, dan perkara-perkara lain yang tidak disukainya. Namun manusia tidaklah selalu akan terhindar dari perkara-perkara yang tidak disukainya tersebut, di samping dia juga pasti mendapatkan perkara-perkara yang dia inginkan. Itulah kehidupan. Dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan-Nya, Allah ? telah takdirkan itu semua kepada semua makhluk-Nya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman: Selengkapnya…
Oleh: admin : Di:
Tauhid, dibaca 968 kali,
1 Comment »,